DP3A Kukar Perkuat Layanan Psikologis di Setiap Kecamatan untuk Cegah Kekerasan

img

(Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayitno/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program baru yang berfokus pada layanan psikologis di seluruh kecamatan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap dukungan psikologis, sekaligus menekan angka kekerasan yang terjadi di daerah tersebut.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayitno Rabu (13/11/2024) saat ditemui diruang kerjanya. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan tenaga psikolog di 20 kecamatan di wilayah Kukar.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya preventif dan penanganan langsung terhadap kasus-kasus kekerasan. Menurut Hero, kehadiran tenaga profesional di setiap kecamatan sangat penting untuk memberikan pendampingan, konseling, dan intervensi dini bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas kehadiran tenaga psikolog dan konselor di seluruh kecamatan. Tujuannya adalah memberikan akses layanan dukungan mental bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami kekerasan maupun yang rentan terhadap tindakan kekerasan,” ujar Hero kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa penempatan psikolog ini tidak hanya bertujuan untuk menangani kasus-kasus yang sudah terjadi, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui pendekatan edukatif dan sosialisasi.

“Dengan adanya tenaga ahli di tingkat kecamatan, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam mencari bantuan ketika menghadapi masalah psikologis atau kekerasan.” Harapnya.

Lebih lanjut, Hero menyebutkan bahwa DP3A Kukar juga bekerja sama dengan institusi pendidikan, salah satunya adalah Universitas Islam Indonesia (UII).

“Kerja sama ini, kami DP3A mengirim sejumlah warga Kukar untuk melanjutkan pendidikan di UII dengan spesialisasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan perlindungan anak.” Ujar Hero.

 

Melalui kerja sama tersebut, Hero berharap para lulusan yang menempuh pendidikan ini akan kembali ke Kukar dengan keahlian yang telah di dapat. Tentunya guna mendukung upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat serta memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan tenaga ahli dapat menciptakan pendekatan perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya tenaga psikolog di setiap kecamatan, kami optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi seluruh masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang DP3A Kukar dalam menciptakan sistem perlindungan yang komprehensif.

Menyoroti perlunya layanan psikolog yang maksimal dan terbaik bagi masyarakat, ia beranggapan dengan adanya tenaga psikolog yang ditempatkan secara merata, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan konseling dan mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa program ini juga upaya yang bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan sosial.

Hero juga optimis bahwa dengan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk masyarakat itu sendiri, ia yakin bisa mencapai perubahan yang signifikan dalam upaya pencegahan kekerasan. Bahkan menekan angka kekerasan yang marak terjadi.

“Semoga program ini dapat membawa dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Kutai Kartanegara," tutup Hero. (adv/tan)